Berita SMPN 1 BANGIL
Cek berita terbaru dari SMPN 1 BANGIL.
SMPN 1 BANGIL
(Karya : Abrisam Ovando Nurdiacha / 9A - Pemenang Lomba Essay Hari Anak Nasional)
Perlu kita ketahui bahwa di era digital saat ini, banyak anak-anak Indonesia maupun remaja yang telah menggunakan telepon pintar (smartphone) atau gadget. Situasi tersebut dapat menjadi masalah apabila teknologi digital disalahgunakan, terutama oleh para pelajar Indonesia. Mengapa demikian? Karena meskipun smartphone sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu mencari informasi dengan cepat dan membantu dalam pelajaran, banyak anak-anak yang menggunakannya tidak sebagaimana mestinya. Misalnya, bermain game online sampai lupa waktu hingga melupakan kewajiban ibadah. Kecemburuan sosial juga menjadi masalah penting dalam dunia digital saat ini.
Dikutip dari Buku Kementerian Kependidikan Anak yang dipublikasikan pada tanggal 18 Maret 2008, Drs. Sukarjo mengatakan, “Kecemburuan sosial sudah banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari, yang mengakibatkan kesehatan mental terutama anak-anak menjadi buruk/break down.” Dari hal tersebut, dapat terlihat bahwa keterbatasan siswa dalam mengakses media sosial dapat menimbulkan berbagai dampak. Mereka dapat bebas berkomentar atas konten orang lain, tetapi bisa jadi mereka berkomentar negatif hingga cemburu atas orang yang mengunggah konten tersebut. Tindakan tersebut dapat mengakibatkan orang yang membuat konten merasa cemas, khawatir (anxiety), dan takut.
Karena itu, anak-anak yang mengalami hal tersebut tidak akan percaya diri dan takut untuk keluar dari rumah. Setiap kali mereka membuat konten tentang sesuatu, bisa saja ada siswa lain yang memberikan komentar buruk karena iri atau cemburu atas kontennya. Itulah pentingnya kita menjaga etika ketika sedang bermain di media sosial (sosmed). Kita perlu berhati-hati dalam menggunakan media sosial karena jika kita melakukan sedikit kesalahan, orang lain pasti dapat tersinggung dan kesehatan mentalnya dapat terganggu. Bisa saja orang yang kita hina di media sosial tidak hanya merasa takut, tetapi juga dapat mengalami dampak yang sangat serius, termasuk kehilangan nyawa.
Agar hal tersebut tidak terjadi, pemerintah menerapkan pembatasan siswa dalam berselancar (surfing) di media sosial karena anak-anak maupun remaja cenderung bersikap intensif terhadap segala sesuatu yang ada di media sosial. Jika ada yang ketahuan melakukan hal buruk di media sosial, pasti akan dilacak jejak digitalnya dan akan dicap buruk oleh masyarakat, bahkan bisa sampai dibawa untuk disidang. Dari pengalaman tersebut, kita harus berperilaku baik dan positif di media sosial agar kesehatan mental anak-anak dapat terjaga. Agar terhindar dari hal tersebut, kita harus melakukan hal-hal positif.
Kita simpulkan bahwa kita harus mencoba mengurangi penggunaan handphone. Kita dapat berkumpul bersama keluarga, beristirahat dengan cukup, maupun meluangkan waktu untuk bermain dengan teman. Tidak hanya anak-anak, kita semua perlu menggunakan waktu dengan baik tanpa selalu bergantung pada handphone. Kita harus berusaha melakukan hal-hal positif agar kesehatan mental tetap kuat dan tidak ada lagi peristiwa kecemburuan sosial di era digital saat ini. Mari kita wujudkan kehidupan yang aman, tenteram, dan positif bagi orang-orang di sekitar kita, terutama anak-anak.
Share:
Berita Populer